Termokinesis berdasarkan pengalaman

Assalamualaikum Wr.Wb

Sudah lama saya tidak posting sesuatu, kali ini saya akan bahas pengalaman termokinesis, yaitu kemampuan untuk merubah suhu. Media yg saya gunakan adalah tubuh saya sendiri.

Pada awalnya saya tidak bisa tidur di malam hari, berhubung karena kamar direnovasi (kalo ga salah 😂) terpaksa saya tidur di ruang tamu bersama ayah. Ditambah tadi siang sudah tidur, lengkaplah penderitaan 😂 jadi lama tidurnya..

Jam menunjukkan pukul 1 dinihari, resah dan gelisah bercampur aduk pada malam itu, ditambah suasana yg agak panas. Nyamuk-nyamuk yang nakal pun memaksa agar saya memakai selimut sekujur tubuh, oia saya kurang begitu suka memakai lotion anti nyamuk. Jadi ya mau gak mau ya selimutan saja.

Singkat cerita karena keadaan yg menyiksa tubuh ini, pikiran melayang kemana-mana, tertuju lah pada ilmu kinesis. "Kenapa ga pake termokinesis aja buat dinginkan ni badan." pikirku. saya tidak pernah mencoba kemampuan ini, tapi apa salahnya kalo dicoba saja.

Kemudian saya mencoba relax, lalu dibarengi dengan mengatur nafas. Perlahan saya tarik nafas kemudian ditahan sebentar, lalu dihembuskan dengan perlahan juga, saya lakukan bbrp menit, hingga akhirnya lama kelamaan tubuh mulai relax sembari nafas yg semakin lama intensitas nya mulai sedikit dan ringan.

Lalu, seperti fase tidur pada umumnya, tubuh terasa sensasi seperti melayang & jatuh, nah di bagian ini enak banget. Sensasi terjadi beberapa kali, saya rasa waktu yang digunakan sudah 15min, okelah masuk pada tahap visualisasi.

Awalnya saya membayangkan ada di sebuah pedalaman hutan, disana terdapat air terjun yang tingginya kira-kira 10 meter. Di sekitar air terjun tsb terbentuk genangan air yang lebar seperti danau yg kecil, kemudian ditengah-tengahnya ada batu yang cukup ukurannya buat tiduran diatasnya.

Next saya membayangkan tubuh saya tiduran di atas batu tersebut, lalu saya imajinasi kan juga cipratan air terjun tsb mengenai tubuhku yang terbaring di atas batu, lalu ditambah lagi suara gemuruhnya serta kicauan burung di hutan. Saya pertahankan visualisasi ini terus menerus selama 5 min. Cukup menguras pikiran juga karena harus dipertahankan terus.

Tiba-tiba efeknya pun mulai terasa sedikit, suhu tubuh menurun, ada rasa angin kecil berhembus dari dalam tubuh ini. Dan ketika saya mulai fokus ke sensasinya, tiba-tiba menghilang begitu saja, ada rasa kecewa sedikit karena harus mengulang dari tahap visualisasi.

Oke saya mulai lagi, tapi kali ini visualisasi diganti. Saya membayangkan ada di sebuah sungai yang jernih, banyak batu kecilnya. Kemudian, saya imajinasi kan bahwasanya saya menyatu dengan air sungai tsb, muncul perasaan damai dan tenang. Lalu benar sensasinya datang lagi, perlahan ada rasa dingin di sekujur tubuh. Tidak bertahan lama lalu menghilang.

"Aaargh kenapa sih harus hilang lagi!" pikirku. kali ini otak berfikir keras mencari cara agar sensasi tsb bertahan lama, saya mencoba dan terus mencobanya. Beragam visualisasi sudah dicoba dan hasilnya ada yg berhasil dan ada yang nihil. Tak terhitung waktu yang sudah terlewatkan.

"Kali ini harus bisa, yakin pasti berhasil", kata-kata motivasi agar saya tidak menyerah. Lalu saya visualisasi lagi, kali ini saya berada di salju, saya bayangkan angin salju berhembus dengan kencang kearahku, persis seperti badai salju dengan suara yang khas. Sekitar beberapa menit visualisasi, muncul tanda-tanda sensasi nya. Tetap saya fokuskan pikiran buat tetap dgn visualnya apapun yang terjadi kedepannya, hingga tiba-tiba nyess.. Badan saya sejuk, dan sangat-sangat nyaman, semacam ada kekuatan yang menyelimuti nya. Perasaan ini susah dijelaskan, "wah enaknya" pikirku. Saya mengamatinya sekitar 1min dan kemudian hilang..

Kubuka mata, kulihat jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Malam itu serasa malam yang panjang dan selepas itu saya bisa tertidur nyenyak.

Note : pengalaman ini benar adanya, saya ceritakan sedemikian rupa agar menarik pembaca biar dapat feel nya..

Wassalam....

Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »
Thanks for your comment